MOLEKTOTO – Persiapan Timnas Jerman untuk menghadapi Piala Dunia kali ini ternyata tidak hanya berkutat pada strategi, kondisi fisik pemain, atau analisis kekuatan lawan. Die Mannschaft justru harus menghadapi tantangan tak biasa di luar lapangan: ancaman ular berbisa di sekitar kamp latihan mereka.
Kapten Jerman, Joshua Kimmich, mengaku khawatir setelah ia bersama beberapa rekan setimnya melihat seekor ular copperhead di sekitar area kamp latihan mereka di Winston-Salem, North Carolina, Amerika Serikat. Ular copperhead merupakan salah satu spesies berbisa yang cukup sering ditemukan di wilayah tersebut.
Menurut Kimmich, pihak tim telah memperingatkan para pemain bahwa ular tersebut sangat berbahaya dan gigitannya dapat menimbulkan konsekuensi serius.
“Kami melihat seekor ular kemarin dan diberi tahu bahwa ular itu berbisa. Jika tergigit, Anda harus pergi ke rumah sakit,” ujar Kimmich.
Skuad Jerman Berhati-hati

Gunakan tombol panah atas dan panah bawah untuk mengatur ukuran panel kotak meta.
Meski ular copperhead jarang menyebabkan kematian, Kimmich mengakui kehadirannya membuat para pemain Bayern Munich lebih waspada saat beraktivitas di sekitar area latihan.
“Saya tidak berpikir Anda akan meninggal jika tergigit, tetapi jelas berbahaya. Saya merasa jika Anda tanpa sengaja menginjak ular seperti itu, akibatnya bisa buruk,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat para pemain Jerman harus lebih berhati-hati dibanding saat bermain di negara asal mereka. Kimmich bahkan mengaku tidak terbiasa dengan keberadaan satwa liar yang berpotensi membahayakan seperti di Amerika Serikat.
“Itulah mengapa kami berusaha menjaga jarak dari hewan-hewan di sini. Saya menghormati masyarakat setempat yang hidup berdampingan dengan kondisi ini. Di Jerman, saya merasa tidak banyak hewan berbahaya seperti itu,” katanya.
Bukan Hanya Jerman

Ancaman satwa liar tidak hanya membuat Timnas Jerman waspada. Sejumlah peserta lain juga menghadapi kekhawatiran serupa selama menjalani pemusatan latihan di Amerika Serikat.
Timnas Swiss merespons ancaman tersebut dengan menandai salah satu area di kamp mereka di San Diego sebagai “zona ular”. Melalui langkah itu, mereka berupaya meningkatkan kewaspadaan para pemain dan staf selama turnamen berlangsung.
Di sisi lain, Timnas Norwegia juga harus menghadapi ancaman serupa di markas mereka di North Carolina. Situs resmi Kota Greensboro bahkan mencatat bahwa ular copperhead merupakan salah satu spesies yang paling sering muncul di wilayah tersebut.
Informasi itu rupanya tidak membuat kapten Norwegia, Kristian Thorstvedt, merasa tenang. Gelandang berusia 26 tahun itu langsung menunjukkan reaksinya saat mengetahui keberadaan ular berbisa di sekitar markas timnya.
“Saya sama sekali tidak senang mendengar itu,” kata Thorstvedt.
Fokus Persiapan Terganggu

Bagi Kimmich, keberadaan ular berbisa menjadi distraksi yang tidak pernah ia bayangkan saat datang ke ajang sepak bola terbesar di dunia. Menurutnya, para pemain kini tidak hanya memikirkan pertandingan, tetapi juga harus memperhatikan setiap langkah yang mereka ambil.
“Begitu Anda mengetahui jenis ularnya dan apa yang bisa terjadi jika tergigit, hal itu tidak lagi terasa lucu,” kata Kimmich.
“Kami datang ke sini untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen sepak bola terbesar di dunia, tetapi sekarang para pemain justru melihat ke tanah sebelum setiap langkah yang mereka ambil.”
Situasi unik ini menjadi warna tersendiri dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Di tengah persaingan ketat antartim nasional, para pemain ternyata juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang menghadirkan tantangan di luar sepak bola.
Promo Bonus Terbesar: MOLEKTOTO
- Bonus New Member 15% ( Max 300.000 )
- Bonus Deposit Harian 10% ( Max 100.000 )
- Bonus Cashback up to 15% ( Tembak Ikan & Live Casino )
- Bonus Cashback Sportbook 5% ( Minimal Kekalahan 250 Ribu )
- Bonus Rollingan Slot 0.5% ( Tanpa Batas )















Leave a Reply