| Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, seusai pertandingan Liga Inggris melawan West Ham di Old Trafford, Minggu (11/5/2025). (c) AP Photo/Ian Hodgson |
MOLEKTOTO – Manchester United resmi memutus kerja sama dengan Ruben Amorim setelah 14 bulan menangani klub. Keputusan ini diumumkan menyusul hasil imbang 1-1 kontra Leeds United yang membuat United berada di posisi keenam Premier League.
Amorim menukangi Old Trafford sejak November 2024, menggantikan Erik Ten Hag. Selama periode itu, ia mengumpulkan rekor rata-rata 1,43 poin per pertandingan di semua kompetisi dengan 25 kemenangan, 15 imbang, dan 23 kekalahan dari 63 laga.
Tekanan terhadap manajer asal Portugal ini meningkat setelah musim pertamanya yang mengecewakan. United finis di urutan ke-15, mengalami kesulitan di kompetisi domestik, meski sempat membawa tim ke final UEFA Conference League yang kalah 0-1 dari Tottenham Hotspur.
Kemenangan terakhir yang tersisa di era Amorim menjadi catatan minor dibandingkan rekam jejak Erik Ten Hag. Amorim mencatat rata-rata poin terburuk sejak era Sir Alex Ferguson dan meninggalkan klub dengan tekanan besar untuk perubahan cepat.
Rekor Buruk Ruben Amorim di Manchester United

| Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (c) AP Photo/Dave Thompson |
Ruben Amorim mencatat rekor yang mengecewakan di Old Trafford. Rata-rata 1,43 poin per pertandingan menjadi catatan terendah bagi manajer United sejak 2013.
Dari 63 laga, Amorim hanya meraih 25 kemenangan. Kekalahan dan hasil imbang yang sering muncul membuat performa United stagnan.
Rekor ini bahkan lebih buruk dibanding manajer terakhir dengan catatan rendah, Frank O’Farrell, yang dipecat pada 1972. Masa jabatan Amorim pun menjadi peringatan bagi klub tentang pentingnya manajemen yang efektif.
Tekanan dari Fans dan Media

| Ruben Amorim dalam laga Premier League antara Manchester United vs Bournemouth, Selasa (16/12/2025). (c) AP Photo/Jon Super |
Manchester United menghadapi tekanan hebat dari suporter dan media. Kekalahan beruntun dan performa inkonsisten membuat pengawasan terhadap Amorim semakin ketat.
Hanya delapan kemenangan dari 20 laga awal Premier League memperlihatkan kesulitan tim. Kekalahan dari Grimsby Town di Piala Liga menambah kritik terhadap kemampuan Amorim memimpin tim.
Meski membawa United ke final Conference League, hasil itu tidak cukup menenangkan fanbase. Harapan terhadap kinerja domestik menjadi faktor utama pemecatan manajer asal Portugal ini.
Kontroversi Pernyataan di Luar Lapangan

| Maskot Manchester United, Fred the Red. (c) AP Photo/Dave Thompson |
Pernyataan Amorim setelah imbang dengan Leeds memicu kontroversi. Ia menekankan bahwa perannya adalah manajer, bukan sekadar pelatih, dan menyoroti kurangnya dukungan klub untuk bursa transfer Januari.
Amorim menyebut: “Ini akan terus seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan perubahan. Saya akan melakukan tugas saya sampai pengganti datang.”
Komentar tersebut dianggap memperkuat keputusan klub untuk memisahkan diri dari Amorim. Klub menilai situasi ini menimbulkan ketegangan internal yang menghambat perkembangan tim.

Promo Bonus Terbesar:
- Bonus New Member 15%
- Bonus Deposit Harian 10%
- Bonus Cashback up to 15% ( Tembak Ikan & Live Casino )
- Bonus Cashback Sportbook 5% ( minimal kekalahan 250 rbu )
- Bonus Rollingan Slot 0.5% ( Tanpa Batas )













Leave a Reply